Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin atas nama Menteri Dalam Negeri, melantik sekaligus mengambil sumpah jabatan walikota dan wakil walikota Medan terpilih periode 2010-2015, Rahudman Harahap – Dzulmi Eldin, di gedung DPRD Kota Medan, siang ini (26/7).
Dalam sambutannya, Gubsu mengharapkan agar walikota sebagai abdi negara dan selalu mengedepankan kepentingan rakyat dalam menjalankan sistem roda pemerintahan. “Jabatan walikota dan wakil walikota Medan yang diemban, bukanlah suatu hadiah akan tetapi amanah yang diberikan warga kota Medan, yang disalurkan melalui pemilihan kepala daerah untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan kota Medan,” katanya.
Syamsul juga menyampaikan, jadikan amanah ini sebagai ibadah pengabdian kepada Tuhan dan masyarakat. Jika dalam perjalanan tugasnya sebagai walikota dan wakil walikota Medan menciderai amanah, termasuk dengan mengingkari janji-janji politik saat kampanye, maka pada saat itulah kepercayaan masyarakat menjadi hilang.
Syamsul juga mengingatkan delapan poin yang harus diingatkan dan harus dilaksanakan, yakni :
- Kekompakan dan saling mendukung dalam pemimpin kota Medan secara harmonis.
- Membangun kompetisi yang sehat dikalangan aparat dengan mengedepankan prestasi dan bukan nepotisme.
- Menjalin komunikasi kepada masyarakat.
- Merealisasikan janji politik sesegera mungkin.
- Menyatukan semua perbedaan pendapat dan pilihan yang sempat muncul dalam pemilukada, karena kompetisi sudah usai. Jadikan semuanya menjadi modal dalam pembangunan.
- Menjalin hubungan kerjasama dengan seluruh instansi pemerintah.
- Jangan segan belajar dari daerah lain di Sumatera Utara, untuk kemajuan masyarakat.
- Selalu menjaga integritas dalam pembangunan kota Medan.
Pelantikan ditandai pemasangan tanda pangkat dan jabatan oleh Gubsu kepada walikota dan wakil walikota Medan. Hadir dalam pelantikan itu, muspida plus Sumut, dan kota Medan, para mantan walikota, petinggi partai Demokrat dan Golkar, para anggota DPRD Medan, tokoh masyarakat, pemuda, tokoh agama serta undangan lainnya.
Pelantikan Walikota Medan Diwarnai Aksi Unjukrasa
Pelantikan Walikota dan Wakil Walikota Medan terpilih, pasangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin diwarnai aksi unjukrasa. Saat pelantikan berlangsung. Massa yang tergabung Solidaritas Anak Medan Pencinta Ayam Kinantan (SMACK) mendesak Dzulmi Eldin mengundurkan diri dari Ketua Persatuan Sepakbola Medan Sekitarnya (PSMS) Medan.
Prosesi pelantikan ditandai dengan penyematan lencana tanda jabatan kepada pasangan Rahudman-Eldin oleh Gubernur Sumatera Utara, Syamsul Arifin. Dalam acara pelantikan ini, hadir sejumlah Bupati dan Walikota Se Sumatera Utara, Muspida dan Muspika Kota Medan, mantan Ketua DPR RI Akbar Tanjung serta sejumlah tokoh lainnya.
Saat pelantikan berlangsung, puluhan massa SMACK menggelar aksi unjukrasa di halaman gedung DPRD Medan, Jl. Maulana Lubis, Medan. Presiden SMACK, Natha menyatakan, Wakil Walikota Medan Dzulmi Eldin yang juga sebagai Ketua Umum Pengurus PSMS Medan, tidak mampu membawa PSMS ke masa gemilang. "Kalau tidak mampu membawa PSMS ke masa jaya, kami minta Dzulmi Eldin untuk mundur dari jabatannya sebagai Ketua Umum Pengurus PSMS Medan. Lebih baik serahkan kepada pihak yang mampu," kata Natha.
Aksi massa SMACK tidak sampai memicu keributan. Aparat kepolisian yang telah disiagakan, melakukan penjagaan ketat guna menghindari pengunjukrasa masuk ke ruang rapat paripurna. Usai menyampaikan aspirasinya, massa SMACK kemudian membubarkan diri dengan tertib. (wspd/dtc)



